Powered By Blogger

Rabu, 21 Juli 2010

Angin Berangkat ke Tenggara

angin berangkat ke tenggara
menyeret desis risau
daun-daun merunduk
dan tanah sembab
oleh tetes duka embun

perjalanan hidup yang berat
menuju batas usia
debu-debu mengambang
di atas kepala yang bimbang

seonggok puisi
di masa yang ranum
menjadi api berdiang
di musim yang giris

jiwa telah kehilangan pelita
dalam masa yang suram
kupu-kupu beranjak
meninggalkan kota

kemana mencari senyum matahari
bumi pun enggan bercumbu lagi





Makassar

Tidak ada komentar: